
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | MUHAMMAD SAPTA WIDARTO |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 104 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Perubahan penggunaan tanah,Sistem Informasi Geogra,Kesesuaian penggunaan tanah terhadap RTRW,Kerawanan tanah longsor |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang dikategorikan memiliki tingkat risiko tanah longsor tinggi, dengan 280 kejadian longsor tercatat selama periode 2023-2025 yang terkonsentrasi khususnya di Kecamatan Ngebel. Kondisi ini diperberat oleh dinamika perubahan penggunaan tanah, terutama maraknya kegiatan pertambangan yang tidak sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang menetapkan Kecamatan Ngebel sebagai kawasan pariwisata dan penyangga lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan tanah di Kecamatan Ngebel, menilai kesesuaiannya terhadap pola ruang RTRW Kabupaten Ponorogo Tahun 2024-2044, serta menentukan tingkat kerawanan bencana tanah longsor. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), memanfaatkan citra Sentinel 2 Deep Resolution 3.0 tahun 2021 dan 2026 serta metode skoring dan pembobotan dengan lima parameter fisik, yaitu curah hujan (30%), kelerengan (20%), jenis batuan (20%), penggunaan tanah (20%), dan jenis tanah (10%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan tanah selama periode 2021-2026 relatif kecil, yaitu seluas 63,511 ha (1,02%) dari total haas wilayah Kecamatan Ngebel 6.247,45 ha, dengan perubahan terbesar berupa konversi kebun campuran menjadi tegalan/ladang (26,65 ha) dan menjadi pertambangan (23,32 ha). yang paling banyak terjadi di Desa Ngrogung sebagai desa dengan perubahan penggunaan tanah terluas (24,74 ha). Hasil analisis kesesuaian antara penggunaan tanah tahun 2026 dengan RTRW Kabupaten Ponorogo Tahun 2024-2044 menunjukkan 85,33% (5.330.74 ha) Sesuai, 14,64% (914,45 ha) Mendukung, dan 0.04% (2.26 ha) Tidak Sesuai, dengan seluruh kategori Tidak Sesuai terkonsentrasi di Desa Ngrogung. Hasil pemetaan kerawanan longsor di wilayah Kecamatan Ngebel pada tahun 20026 mengklasifikasikan 48,87% (3.053,21 ha) berada pada kelas kerawanan tinggi, 41,11% (2.568,60 ha) kelas sedang, dan 10,01% (625,64 ha) kelas rendah. Kelas kerawanan tinggi terkonsentrasi di bagian timur kecamatan dan berada pada lereng Gunung Wilis, dengan luasan terbesar di Desa Talun (1.235,89 ha). | |
| Nomor Rak | 330 - K | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Muh K | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||