
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | ANNISA FAUZIAH HERIAWAN |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 127 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | perubahan livelihood,desa wisata,masyarakat Sami,penghidupan berkelanjutan,resiliensi |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Sejak Desa Sambongrejo ditetapkan sebagai desa wisata "Kampung Sernin" pada tahun 2021, masyarakat mulai mengenal sumber penghidupan berbasis jasa di samping basis pertaniannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis begaimana penetapan Kampung Samin mengubah Irvelihood masyarakat Samin, dengan pertanyaan penelitian (1) bagaimana riwayat penetapan Kampung Samin dan keterlibatan masyarakat dalam program wisata; (3) peluang ekonomi apa yang muncul pasca penetapan, dan (3) bagaimana perubahan livlikood ditinjau dari lirna modal dalam Sacstainable Livelihood Framework. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data primer dari wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh dari observasi lapangan, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Samin berawal dari kunjungan alami ke sesepuh Samin yang kemudian diformalkan melalui pendampingan dinas pariwisata dan pembentukan Pokdarwis Sido Rukun. Peluang ekonomi yang muncul seperti homestay, pemandu wisata, produksi batik, dan tempe daun jati hanya berfungsi sebagai pendapatan tambahan karena kunjungan wisatawan belum stabil dan manfaatnya belum merata. Pada lima modal penghidupan, perubahan paling signifikan terjadi pada modal manusia dan modal sosial yang ditandai dengan berkembangnya keterampilan dan meluasnya jaringan kelembagaan, sementara modal alam relatif tidak berubah karena keterbatasan penguasaan lahan yang masih didominasi Perhutani, Masyarakat Samin menunjukkan pola adaptive persistence, yaitu perubahan yang terjadi secara selektif pada dimensi kelembagaan dan ekonomi, sementara nilai pitutur luhur tetap menjadi pedoman utama yang menopang resiliensi mereka, bahkan pada masa vakumnya desa wisata pasca wafatnya sesepuh Mbah Pram. | |
| Nomor Rak | 330 - P | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Ann P | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||