
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | HANUN PRIO WICAKSONO |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xvi, 64 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | POTELOT,KU,efektivitas pelayanan,inovasi pelayanan pertanahan |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pelayanan publik berbasis digital merupakan salah satu wujud reformasi birokrasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menghadirkan layanan yang efisien, tramparan, dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Sesuai dengan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 19 Tahun 2020 tentang Layanan Informasi Pertanahan Secara Elektronik, Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo menghadirkan inovasi pelayanan plotting bidang tanah berbasis digital yang diberi nama Plotting Elektronik Lokasi Tanah Kulon Progo (POTELOT-KU), yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo Nomor 143/5K-34.01/01/2023. Ιnovasi ini hadir karena menumpuknya antrean pada Loket 1 Pelayanan plouting di Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat efektivitas pelayanan POTELOT-KU serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan efektivitas inovasi tersebut di Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala likert yang disebarkan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik now-probability sampling dengan pendekatan sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel, dengan kriteria utama masyarakat yang pernah menggunakan layanan POTELOT-KU setidaknya satu kali dalam periode Bulan Maret-Mei 2026. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji kelayakannya melalui uji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach's Alpha dengan bantuan perangkat lunak Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 26. Data yang telah dinyatakan valid dan reliabel selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Pengukuran efektivitas pelayanan mengacu pada treri Gibson dalam (Hanipah & Aryani, 2022) yang mencakup lima indikator, yaitu produksi, efisiensi, kopsaasan, adaptasi, dan pengembangan. Sementara itu, identifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan efektivitas mengacu pada teori Hasibuan dalarn (Farhani &Adnan, 2021) yang meliputi kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator efektivitas pelayanan POTELOT-KU berada pada kategori sangat efektif, meliputi produksi (90,60%). efisiensi (91,30%), kepuasan (91,00%), adaptasi (91,27%), dan pengembangan (91,87%). Sejalan dengan hal tersebut, seluruh faktor yang berkaitan dengan efektivitas pelaksanaan inovasi juga termasuk dalam kategori sangat efektif, yaitu kualitas sumber daya manusia (92,07%), sarana dan prasarana (90,67%), serta pengawasan (91,80%). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa inovasi POTELOT-KU telah berhasil melaksanakan pelayanan plotting bidang tanah secara cepat, mudah, dan akurat kepada masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan inovasi ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengawasan yang baik dalam setiap tahapan pelayanan. | |
| Nomor Rak | 330 - E | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Han E | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||