
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | AHMAD FAIZ RUHIYAT |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiii, 152 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Perubahan tutupan lahan,Prediksi tutuparn lahan,Lahan terbangun |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Perubahan tutupan lahan mencerminkan dinamika pemanfaatan ruang akihat pertumbuhan persduduk, urbanisasi, dan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsang terhadap perencanaan sata nang dan keberlanjutan lingkungan, terutama di Kabupaten Sragen sebagai bagian dari kawasan Subosakowonorsten. Peningkatan aksesibilitas dan eksponsi Kawasan terbangun turut mendorong alih fungsi lahan non-serbangun menjadi lahan terbangun sehingga diperlukan kajian spasial yang komprehensif, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan pada tahun 2018, 2021, dan 2026, memprediksi tatapan lahan tahun 2000, menganalisis pola pertumbuhan lahan terbengun, serta mengevaluasi Kesesuaiannya terhadap RTRW Kabupaten Sragen Tahun 2011-2031 Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial. Duta citra Sentinel-2 dalasifikasikan menggunakan algoritma Random Forest (RF) pada platform Google Earth Engine (GEE), sedangkan prediksi tahun 2030 dilakukan melalui pemodelan Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) menggunakan plugin MOLUSCE di QGIS. Uji akurasi dilakukan untuk menguji keakuratan dari tutupun lahan Model mempertimbangkan variabel elevasi, kelerengan, jarak terhadap jalan, jarak terhadap kawasan industri, jarak terhadap pusat kota, dan kepadatan penduduk. Analisis pola lahan terbangun dilakukan menggunakan Average Nearest Neighbor (ANN), sedangkan evaluasi RTRW dilakukan melalui overlay spasial. Hasil dari penelitian, kategori Tanaman budidaya mendominasi tutupan lahan Kabupaten Sragen meskipun memurun dari 544,717 km² (2018) menjadi 526,142 km² (2006). Lahan serbangun meningkat dari 102,225 km (2018) menjadi 125,481 km² (202) dan 140.986 km² (2026), kemudian diprediksi menjadi 143,06 km pada tahun 2030. Prediksi tahun 2030 menunjukkan Tanaman budidaya tetap dominan seluas 535,30 km, diikuti Vegetasi alami 242.04 km², Lahan terbangun 142,06 km Lahan terbuka 42,76 km², dan Perairan 29,54 km² Pola persebaran lahan terbangun bersifat mengelompok dengan nilai Nearest Neighbor Ratio 0,715684 pada tahun 2026 dan 0,695836 pada tahun 2030. Kesimpulannya, Kabupaten Sragen masih didominasi fungsi agraris, tetapi mengalami tekanan perkembangan kawasan terbangun yang mengelompok dan berpotensi meningkatkan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang. sehingga diperlukan monitoring dan pengendalian pemanfaatan ruang secara berkelanjutan. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Ahm A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||