
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | AHMAD GHIYATS ATHAYA |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xv, 114 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Land Value Capture,LVC,TransitOriented Development,TOD,Nilai Lahan |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat di wilayah Tangerang Selatan, khususnya di sekitar Stasiun Jurangmangu, mendorong peningkatan nilai lahan akibat tingginya aksesibilitas dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi besar untuk penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan instrumen Land Value Capture (LVC) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan nilai lahan di kawasan Stasiun Jurangmangu serta merumuskan instrumen LVC yang paling sesuai untuk diterapkan dalam mendukung pengembangan kawasan berbasis TOD. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis spasial berupa Geographically Weighted Regression (GWR) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nilai lahan dengan variabel yang digunakan berupa jarak ke stasiun, jarak ke Ruang Terbuka Hijau (RTH), jarak ke halte, jarak ke Central Business District (CBD), jarak ke fasilitas kesehatan, jarak ke fasilitas pendidikan, dan jarak ke jalan. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan juga untuk menentukan prioritas instrumen LVC berdasarkan beberapa kriteria, yaitu ketersediaan regulasi, kecocokan jenis pengembangan, risiko pelaksanaan, manfaat sosial ekonomi, dan manfaat finansial Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Stasiun Jurangmangu mengalami peningkatan nilai lahan yang signifikan dipengaruhi oleh jarak ke CBD dan stasiun, dengan pola yang berbeda-beda di tiap lokasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh CBD lebih dominan dalam meningkatkan nilai lahan dibandingkan stasiun, meskipun keduanya tetap berkontribusi terhadap perubahan nilai lahan di kawasan tersebut. Selain itu, hasil analisis AHP menunjukkan bahwa instrumen Pengembangan Bersama (Joint Development) menjadi alternatif paling prioritas dalam implementasi LVC di kawasan penelitian. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Ahm A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||