
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | ANANDA TIARA INOLA PUTRA |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 98 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | inventarisasi tanah terindikasi terlantar,evaluasi proses,analisis SWOT |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Inventarisasi tarah terindikasi terlantar merupakan tahapan awal yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan penertiban tanah terlantar Namun, pelaksanaan inventarisasi di Kota Surakarta belum menghasilkan objek yang ditetapkan sebagai tanah terlantar sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap proses pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tahap inventarisasi tanah terindikasi terlantar di Kota Surakarta serta menyusun strategi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal sebagai dasar penyusunan strategi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inventarisasi tanah terindikasi terlantar di Kota Surakarta secara umum telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021, Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 20 Tahun 2021, dan Petunjuk Teknis Inventarisasi Tanah Terindikasi Terlantar Tahun 2023. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, antara lain supervisi yang masih dominan dilakukan secara daring, keterbatasan data pendukung, kesulitan memperoleh informasi dari pemegang hak atas tanah, serta belum optimalnya koordinasi dan integrasi data. Berdasarkan analisis SWOT strategi perbaikan yang diusulkan meliputi penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi pemanfaatan teknologi dan integrasi data, serta penyempurnaan mekanisme supervisi. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan inventarisasi sebagai dasar penertiban tanah terlantar yang lebih efektif. | |
| Nomor Rak | 330 - E | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Ana E | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||