
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | ALFIN AFRIDA ALFIANA |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xvii,111 hlm. ; ilus, ; 30 cm |
| Subjek | penggunaan tanah,tanah musnah,abrası,rob,RTRW |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Kawasan pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak khususnya Desa Bedone, Timbulsloko, dan Sriwulan mengalami dinamika fisik pesisir yang tinggi akibat abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya daratan, berubahnya fungsi penggunaan tanah, serta munculnya kawasan yang terindikasi sebagai tanah musnah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan tanah pada periode 2015-2025, membandingkan kondisi penggunaan tanah aktual dengan arahan pola ruang dalam RTRW Kabupaten Demak, serta mengkaji kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terdampak Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial. Data penggunaan tanah tahun 2015, 2020, dan 2025 diperoleh melalui interpretasi citra penginderaan jauh, kemudian dianalisis perubahannya dan ditumpangsusunkan (overlay) dengan peta pola ruang RTRW Kabupaten Demak untuk menilai tingkat kesesuaiannya, sedangkan dinamika daratan diperkuat melalui perbandingan garis pantai. Data kondisi sosial ekonomi masyarakat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, lalu dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan dampak perahahan fisik pesisir terhadap penghidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas penggunaan tanah yang terklasifikasi menyusut dari 1.761,84 ha pada tahun 2015 menjadi 654,93 ha pada tahun 2025, atau berkurang sekitar 1 106.91 ha (62,8%) akibat abrasi, roh, dan genangan permanen. Tambak yang semula mendominası (1.531.89 ha, 86,95%) mengalami penurunan bersih terbesar, yaitu 1 198,38 ha, sedangkan mangrove menjadi satu-satunya kelas yang konsisten bertambah hingga mencapai 153,73 ha (23.47%) Hasul overlay memperlihatkan ketidaksesuaian yang sangat tinggi terhadap arahan KIKW, yaitu sekitar 99,0% pada 2015, 97.7% pada 2020, dan 97,8% pada 2025 Kawasan Peruntukan Industri tidak pernah benar-benar didominasi fungsi industri dan justru bertahan sebagai kawasan tambhak dan mangrove Pada aspek sosial ekonomi, hilangnya lahan tambak memaksa masyarakat bergeser dari sektor primer berbasis lahan menuju sektor informal dan jasa, disertai penurunan stabilitas ekonomi, perubahan pola permukiman, dan melemahnya kohesı sosial, sehingga membentuk lingkaran umpan balık antara degradasi fisik dan kerentanan sosial ekonomi masyarakat pesisir | |
| Nomor Rak | 700 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 711 Alf A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||