
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | DIAH KUSUMAWATI |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xvi, 151 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | PLP2B,kesesuaian penggunaan lahan,analisis spanial,alih fungsi Ishan |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, dihadapkan pada tekanan alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian akibat posisinya sebagai wilayah penyangga perkembangan kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program PLP2B melalui empat rumusan masalah, yaitu hasil pelaksanaan PLP2B, faktar pendorong dan penghambat pelaksanaannya, upaya penanganan dan strategi penguatan, serta dampak aktual dan potensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mised methods). yang mengombinasikan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik overlay peta penggunaan lahan eksisting terhadap peta sebaran KP2B, yang divalidasi dengan uji akurasi mencapai 95,15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian keseluruhan KP2B berdasarkan luas mencapai 97.15%, dengan kesesuaian LP2B sebesar 97.73% dan LCP2B hanya 62,83%, pola yang konsisten dengan kesesuaian berdasarkan jumlah bidang dengan LP2B 97.77% dan LCP2B 58,54%, yang mengindikasikan persoalan pada akurasi penetapan kawasan selain persoalan pengendalian alih funpi lahan. Faktor pendorong pelaksanaan PLP2B tercermin dari komitmen kelembagaan dan manfaat ekonomi yang masih dirasakan petani, sementara hambatan pelaksanaan lebih banyak bersumber dari keterbatasan sistem implementasi kebijakan, khususnya belum tersedianya Peraturan Bupati sebagai aturan teknis pelaksana, dibandingkan penolakan masyarakat. Upaya penanganan yang berjalan masih bertumpu pada pendekatan preventif melalui instrumen tata ruang, sementara mekanisme insentif dan sanksi belum berjalan efektif, sehingga pengsatan ke depan diarahkan pada penyempurnaan regulasi dan tata kelola kelembagaan, sistem pengawasan berbasis data spasial, penajaman instrumen insentif-disinsentif serta keberlanjutan ekonomi pertanian. Dampak yang ditimbulkan belum berskala haas, tetapi tren penurunan luas panen dan produksi padi dalam tiga tahun terakhir mengindikasikan risiko terhadap ketahanan pangan lokal apabila alih fungsi lahan tidak dikendalikan secara konsisten. | |
| Nomor Rak | 330 - E | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Dia E | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||