
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | HANIF FALAH SHAFIYUDDIN |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 108 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Kerawanan banjir,perubahan penggunaan lahan,pola,Random Forest,Sub DAS Ambawang |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Perubahan penggunaan lahan pada daerah aliran sungai dapat memengaruhi fungsi hidrologis wilayah dan berkontribusi terhadap peningkatan kerawanan banjir Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2015-2025, tingkat kerawanan banjir tahun 2025, kontribusi perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan indeks herawanan, serta kesesuaian pola ruang RTRW Kabupaten Kubu Raya terhadap tingkat kerawanan banjir di Sub DAS Ambawang Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Penggunaan lahan diklasifikasikan dari citra Landsat tahun 2015 dan 2025 menggunakan algoritma Random Forest pada Google Earth Engine. Hasil klasifikasi menghasilkan Overall Accuracy terkoreksi luas sebesar 91,70% untuk tahun 2015 dan 95,01% untuk tahun 2025. Kerawanan banjir dianalisis melalui weighted overlay enam parameter dan diklasifikasikan menjadi lima kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan menurun 8.356,78 ha, sedangkan perkebunan meningkat 8.661.71 ha. Pada tahun 2025, kelas menengah mencakup 47.856,40 ha (55,56%), kelas tinggi 34.355,31 ha (39,89%), kelas rendah 3.851.19 ha (4,47%), kelas sangat tinggi 64,20 ha (0,07%), dan kelas sangat rendah 7,30 ha (0,01%). Gabungan kelas tinggi dan sangat tinggi meningkat 2.780,85 ha dibandingkan skenario penggunaan lahan 2015. Evaluasi pola ruang menunjukkan kategori Tidak Disarankan seluas 36.805,26 ha (47,10%), Tidak Sesuai 31.896,92 ha (40,82%), Sesuai Bersyarat 7.493,49 ha (9,59%), dan Sesuai 1.941,88 ha (2,49%). Hasil tersebut menunjukkan perlunya pengendalian pemanfaatan ruang berbasis mitigasi banjir, terutama pada kawasan perkebunan, permukiman, dan pertanian di kelas tinggi dan sangat tinggi. Kategori kesesuaian merupakan evaluasi spasial indikatif dan tidak dimaknai sebagai penetapan pelanggaran tata ruang secara hukum. Kebijakan penataan ruang perlu mengintegrasikan kerawanan banjir dalam pengendalian pemanfaatan ruang. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Han A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||