
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | NAUFAL SULISTYANTO |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 148 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | GeoAI,Pemodelan 3D,Perkotaan,Perdesaan |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pemanfaatan GeoAl untuk pemodelan tiga dimensi bangunan merupakan terobosan teknologi yang potensial dalam mendukung percepatan penyediaan data geospasial pertanahan. Namun, dalam praktiknya terdapat kesenjangan antara pemanfaatan teknologi GeoAl dengan capaian akurusi pemodelan tiga dimensi bangunan yang dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik spasial antara wilayah perkotaan dan perdesaan, sebagaimana darnamatkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pemetaan Foto Udara dan LiDAR dalam rangka peningkatan data dasar 3D tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemodelan tiga dimensi bangunan dengan menggunakan GeoAl pada Wilayah perkotaan serta perdesaan dan mengetahui hasil uji akurasi dimensi model 3D hasil pemodelan tiga dimensi bangunan menggunakan GenAl pada wilayah perkotaan dan perdesaan tersebut pada peta dasar pertanahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory Fase kualitatif untuk mengetahui proses pemodelan 3D bangunan dengan memanfaatkan GeoAl yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan fase kuantitatif melakukan uji akurasi dimensi model 3D dengan teknis analisis data berupa uji kelengkapan model 3D, uji akurasi, dan uji validitas terhadap sebaran bangunan sampel pada dua wilayah yaitu perkotaan di Desa Gondang, Kecamatan Gondang dan wilayah perdesaan di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan di Kabupaten Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemodelan tiga dimensi bangunan dengan menggunakan GeoAI terdiri dari ekstraksi footprint bangunan (LoD) 0), identifikasi tinggi bangunan, serta Extrude dan footprint bangunan terhadap tinggi bangunan. Sedangkan metode kuantitatif didapatkan dengan melakukan validasi terhadap KAK Pemetaan Foto Udara dan LiDAR tahun 2024 yang menunjukkan hasil uji kelengkapan model 3D (completeness) pada wilayah perkotaan sebesar 94.62% dan wilayah perdesaan sebesar 89.33 %, uji akurasi geometri model 3D (Accuracy of Geometry) dimana pada wilayah perkotaan RMSE yang dihasilkan adalah 0.116 meter, sedangkan di wilayah perdesaan RMSE sebesar 6.549 meter, dan uji validitas ukuran menunjukkan untuk wilayah perkotaan dan perdesaan pada seluruh titik sampel bangunan menunjukkan nilai p-value berada di atas taraf signifikansi 0.05 Kesimpulannya, pemanfaatan GeoAl efektif dan efisien untuk pemodelan 3D bangunan dalam cakupan wilayah yang luas di kedua wilayah serta tidak terdapat perbedaan secara statistik antara dimensi bangunan hasil pengukuran di lapangan dengan dimensi yang firepresentasikan oleh model 3D hasil pemanfaatan teknologi GeoAL. Rekomendasi adalah merapikan dan mengatur ulang posisi tapak bangunan sesuai dengan posisi sebenarnya, pada wilayah perdesaan disarankan untuk menggunakan data tambahan berupa LiDAR melakukan pengukuran langsung di lapangan pada bangunan yang tertutup vegetasi, dan membandingkan kinerja SAM dengan algoritma lain seperti Mask R-CNN atau YOLO. | |
| Nomor Rak | 700 - E | ||||||
| Nomor Panggil | 711 Nau E | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||