
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | ADNAN GUNAWAN |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | ix, 94 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | kerawanan longsor,kesesuaian kawasan permukiman,Sistem Informasi Geografis,SIGanalisis spasial |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, merupakan wilayah yang memiläd potensi bencana tanah longsor tinggi akibat kondini topografi bergelombang hingga curam, curah hujan yang tinggi, serta perkembangan kawasan permukintan yang lurus meningkat. Kondisi tersebut memerlukan analisis karawaran longsor dan bersesuaian kawasan permukiman sebagai dasar dalam upaya mitigasi bencana dan pengendalian pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan longsor dan kesesuaian kawasan permukiman berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), serta mengembangkan visualisasi tiga dimensi (3D) sebagai media pondokong Interpectasi spasial Penelitian ini menggunakan roetode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial berbanis SIG. Analisis Aerawanan longsor dilakukan menggunakan metode scoring. pembobotan, dan weighted overlay berdasarkan parameter curah hujan, geologi, jenis tanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Analisis kesesuaian kawasan permukiman dilakukan melalui proses overlay antara peta larawanan longsor, peta permukiman, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banyumas. Visualisasi tiga dimensi dikembangkan menggunakan data DEMNAS yang diintegrasikan dengan hasil analisis kerawanan longsor dan seharus permukiman melalui perangkat lunak Blender dan Blender GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Baturraden terbagi ke dalam tiga kelas kerawanan longsor, yaitu rendah, sedang, dan tinggi, dengan dominasi kelas sedang hingga tinggi pada wilayah bagian utara. Analisis kesesuaian kawasan permukiman menunjukkan bahwa kategori sesuai tetapi rawan memiliki kaasan terbesar, yaitu 300,08 hektar (56,80%), sedangkan kategori kurang sesual memiliki luas 217.21 hektar (41,12%). Visualisasi tiga dimensi yang dihasilkan memberikan representasi visual tambahan mengenal hubungan antara topografi, kerawanan longsor, dan persebaran permukiman sebagai media pendukung interpretasi spasial serta komunikasi hasil analisis dalam perencanaan mitigasi bencana. | |
| Nomor Rak | 900 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 910 Adn A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||