
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | CAHYO DWI MULYAWAN |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xv,116 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Penataan Akses Reforma Agraria,Wanita Tani,Pemberdayaan Ekonomi,Pupuk Organik,Kemandirian E |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Berdasarkan assesmen data kelompok masyarakat oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Wonogiri, wanita tani ditetapkan sebagai salah satu subjek pemberdayaan dalam program Penataan Akses Reforma Agraria (PARA) di Desa Sendangmulyo, yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Permasalahan muncul karena anggota KWT tidak seluruhnya memperoleh akses terhadap pelatihan, penyuluhan, penguatan usaha, dan pemasaran. Idealnya, PARA merupakan program pemberdayaan eknomi yang mendorong penguatan kapasitas subjek refroma agraria secara adil dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wanita tani dalam pengelolaan pengetahuan pertanian, keterlibatan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik, serta peran wanita tani dalam memperkuat kemandirian ekonomi pasca pelaksanaan program PARA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara semiterstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita tani tidak harrya sebagai penerima manfaat program, teratpi juga berperan dalam menerima, membaurkan, mengelola, menyebarkan, dan menerapkan pengetahuan pertanian. Keterlibatan mereka dalam pelatihan pupuk organik terlihat melalui pembagian tugas kolektif, penyiapan bahan, praktik fermentasi, pencatatan komposisi, serta penyusunan SOP sederhana. Dalam penerapannya, pupuk organik telah diuji pada lahan sawah dan pekarangan, meskipun belum sepenuhnya menggantikan pupuk kimia. Peran wanita tani turut memperkuat kemandirian ekonomi melalui adanya usaha produksi pupuk organik, efisiensi biaya produksi pertanian, pembelajaran kelompok, serta meningkatnya kepercayaan diri untuk tampil dalam pertemuan rutin kelompok tani. Namun, pada aspek pengemasan, pelabelan, pemasaran, perizinan, modal, dan bahan baku pupuk masih menjadi keterbatasan yang perlu diperkuat. | |
| Nomor Rak | 330 - P | ||||||
| Nomor Panggil | 333.31 Cah P | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||