
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | NABILA PARAMITA HARAHAP |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 114 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Redistribusi Tanah,Pandangan Masyarakat,Penolakan Pemerintah Desa,Faktor Keberhasilan,dan Kegagalan,Reforma Agraria |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya perbedaan pada hasil pelaksanaan program redistribusi tanah di Kabupaten Lingga. Redistribusi tanah yang berasal dari TORA Kawasan hutan berhasil dilaksanakan di Desa Nerekeh tetapi mengalarni hambatan di Desa Teluk dan Desa Belungkur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses redistribusi tanah dan menganalisis pandangan masyarakat terhadap program redistribusi tanah, mengidentifikasi dan menjelaskan alasan penolakan atau hambatan dari pemerintah desa dalam proses redistribusi tanah, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan redistribusi tanah di Kabupaten Lingga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Teluk, Desa Belungkut, Desa Nerekeh. Perolehan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya memiliki pandangan positif terhadap adanya program redistribusi tanah karena dinilai dapat memberikan kepastian hukurn atas tanah dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Meskipun terdapat hambatan pelaksanaan redistribusi tanah di Desa Teluk karena keterbatasan haasan tanah yang tidak mampu mengakomodasi seluruh masyarakat, sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah desa terhadap konflik sosial. Sementara di Desa Belungkur terdapat hambatan karena status tanah yang menjadi objek redistribusi tanah belum clear and clean akibat adanya tumpang tindih penguasaan tanah antar pihak perusahaan. Faktor penentu keberhasilan program ini adalah tingginya tingkat kepercayaan masyarakat, partisipasi pemerintah desa maupun masyarakat yang aktif, serta koordinasi dan komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Sebaliknya, kegagalan terjadi akibat objek tanah beham sepenuhnya memenuhi prinsip clear and clean serta adanya ketimpangan penetapan subjek yang memicu penolakan sosial. | |
| Nomor Rak | 330 - R | ||||||
| Nomor Panggil | 333.31 Nab R | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||