
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | WAHYUNING DWI SAPUTRI |
| Penerbit | KEMENTRIAN AGRARIA DAN TATA RUANG BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xvi,138 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Pengadaan Tanah; Uang Ganti Kerugian,Pola Pemanfaatan,Sosial Ekonomi,Sirkuit Mandalik |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pengadaan tanah untuk Pembangunan Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Namun, pelepasan tanah oleh pihak yang berhak tidak hanya berkaitan dengan pemberian uang ganti kerugian, tetapi juga berpengaruh terhadap perubahan sumber penghidupan, struktur kepemilikan aset, dan kondisi sesial ekonomi rumah tangga Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi pihak yang berhak sebelum pengadaan tanah, pola pemanfaatan uang ganti kerugian, faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatannya, serta dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi pascapengadaan tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan lima kategori besaran uang ganti kerugian. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak yang berhak di Desa Kuta dan Desa Sukadana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pengadaan tanah, pihak yang berhak memiliki hubungan sosial yang baik dan tetap aktif dalam kegiatan adat maupun sosial kemasyarakatan. Secara ekonomi, tanah yang dilepaskan berfungsi sebagai tempat tinggal, sumber mata pencaharian, sekaligus aset utama rumah tangga. Uang ganti kerugian dimanfaatkan dalam tiga pola utama, yaitu produktif, konsumtif, dan saving. Pemanfaatan produktif meliputi pembelian tanah, modal usaha, pembangunan usaha penginapan, pembelian hewan ternak, dan biaya pendidikan. Pemanfaatan konsumtif meliputi pembangunan rumah tinggal, pembagian kepada keluarga, pemenuhan kebutuhan harian, pembelian kendaraan, pelunasan utang, ibadah umrah, wakaf, dan acara khitanan. Adapun pemanfaatan dalam bentuk saving masih terbatas melalui tabungan serta deposito. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan uang ganti kerugian meliputi faktor budaya, sosial, dan pribadi. Faktor usia dan tahap kehidupan menjadi faktor yang paling dominan dalam menentukan pola pemanfaatan uang ganti kerugian. Dampak pemanfaatan uang ganti kerugian bersifat beragam. Pada sebagian pihak yang berhak, pemanfaatan uang ganti kerugian berdampak positif melalui peningkatan pendapatan, pembentukan aset baru, dan pengembangan usaha. Namun, pada sebagian lainnya, pemanfaatan tersebut berdampak negatif karena terdapat pihak yang tidak lagi bekerja atau mengalami penurunan pendapatan setelah pengadaan tanah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan uang ganti kerugian menimbulkan dampak sosial ekonomi yang berbeda-beda bagi pihak yang berhak. Perbedaan dampak tersebut bergantung pada pola pemanfaatan yang dilakukan serta kemampuan pihak yang berhak dalam mengelola uang ganti kerugian secara tepat, bijak, dan berkelanjutan. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Wah A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||