
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | LULU AISY KHASNA |
| Penerbit | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiii, 92 hlm, ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | BMN,Optimal,HBU |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pada saat ini masih banyak ditemui Barang Milik Negara (BMN) yang belum dioptimalkan dengan baik atau idle. Banyak permasalahan yang timbul mengenai aset BMN dikarenakan ketidakjelasan status pemenfaatan di lapangan serta lemahnya pengawasan dan pengamanan aset sehingga banyak ditemui aset yang tidak tercatat, rusak, hilang, terlantar (idle) dan belum dioptimalkan. Kabupaten Tegal menjadi salah satu kabupaten yang masih ditemui aset negara maupun aset daerah yang belum dioptimalkan. Salah satunya adalah aset BMN di Kabupaten Tegal yang belum optimal pemanfaatannya atau idle, seperti yang terletak di Desa Kudaile Kecamatan Slawi. Aset tersebut terletak di pusat kota dan memiliki potensi ekonomi sangat baik jika dioptimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan terbaik dan paling optimal pada aset BMN yang terletak di Desa Kudaile menggunakan analisis Highest and Best Use (HD) Pada aset BMN yang idle yang saat ini dikuasai olch Bawaslu di analisis dengan melihat aspek legal, fisik, finansial, dan produktivitas maksimum. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) agar analisis HBU lebih komprehensif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan analisis aspek legal dan fisik diperoleh alternatif penggunaan pada aset BMN yang belum optimal antara lain perkantoran, Perdagangan besar (dealer motor), dan akomodasi makan minum (cafe); Dari hasil analisis finansial dan produktivitas maksimum, alternatif paling layak adalah café dengan NPV sebesar Rp 1.706.383.499 dengan PP selama 2 tahun 8 bulan. Namun, penentuan HBU pada aset BMN harus mempertimbangkan tupoksi lembaga untuk pelayanan masyarakat. Sehingga hasil penelitian HBU objek tersebut adalah perkantoran, selain memenuhi 4 aspek analisis, penggunaan tersebut dinilai paling memungkinkan karena tingkat kebutuhan dan faktor tupoksi lembaga. | |
| Nomor Rak | 330 - O | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Lul O | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||