
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | HENRY KURNIAWAN |
| Penerbit | KEMENTRIAN AGRARIA DAN TATA RUANG BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiii, 103 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | Daya Dukung Lahan,Alih Fungsi Lahan,Swasembada Beras,Ketahanan Pangan |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Kabupaten Madiun merupakan wilayah penyangga pangan strategis di Jawa Tintur yang menghadapi tantangan serius berupa tingginya laju alih fungsi lahan sawah akibat pembangunan infrastruktur nasional dan ekspansi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan periode 2020-2025, mengevaluasi status daya dukung lahan pertanian. memetakan tingkat ketercapaian swasembada beras, serta memproyeksikan ambang batas (limit) swasembada beras di Kabupaten Madiun Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis (ArcGIS). Analisis perubahan lahan dilakukan melalui klasifikasi terbimbing (Supervised Classification) citra satelit Sentinel-2. Pola sebaran alih fungsi lahan dianalisis menggunakan metode Average Nearest Neighbor (ANN). Perhitungan daya dukung lahan dan swasembada beras didasarkan pada rasio ketersediaan (supply) dan kebutuhan (demand). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Madiun kehilangan lahan sawah seluas 2.696 hektar (8.5%) dalam kurun waktu lima tahun (2020-2025). Pola alih fungsi lahan bersifat mengelompok (clustered) dengan nilai ANN 0,437, yang terkonsentrasi di koridor industri dan pusat pertumbuhan. Saat ini, status daya dukung lahan di 15 kecamatan masih berada pada kondisi SURPLUS (DDL> 1) dan seluruh kecamatan mampu mencapai swasembada beras (Kelas I dan II). Namun, melalui permodelan garis lurus, Kabupaten Madiun diproyeksikan akan mencapai ambang batas (limit) swasembada beras dalam waktu 7,08 tahun ke depan (estimasi tahun 2032) pada titik luasan lahan sawah kritis 27.640,87 hektar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi deplesi populasi, laju alih fungsi lahan yang agresif tetap menjadi ancaman utama bagi ketahanan pangan wilayah. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Hen A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||