
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | I DEWA GDE DWITA ARIRAMAWAN WIJAYA |
| Penerbit | KEMENTRIAN AGRARIA DAN TATA RUANG BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 68 hlm. ; ilus. ; 30 cm |
| Subjek | GNSS,IMU,RTK,NTRIP,tilt compensation,manual leveling,HRMS,pengukuran kadastral |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pengukuran batas bidang tanah menggunakan GNSS RTK-NTRIP pada kondisi lapangan yang tidak ideal, seperti obstruksi bangunan, vegetasi, serta titik batas pada tembok atau sudut bangunan, menyebabkan kesulitan leveling antena dan dapat menimbulkan bias koordinat horizontal. Penelitian ini menguji akurasi receiver GNSS berbasis IMU dengan membandingkan metode manual leveling dan tilt compensation pada sudut kemiringan 10°, 30°, dan 60° pada kondisi terbuka dan terobstruksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain kuasi-eksperimen pada 20 titik sampel, terdiri atas 10 titik terbuka dan 10 titik terobstruksi. Setiap titik diukur menggunakan empat metode dengan tiga sesi pengamatan, sehingga diperoleh 240 data RTK-NTRIP Analisis dilakukan menggunakan uji Friedman, Repeated Measures ANOVA, dan Cochran's Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi terbuka terdapat perbedaan signifikan antar metode berdasarkan uji Friedman (p=0,0002), dengan manual leveling menghasilkan kecenderungan kesalahan paling kecil dan tilt compensation 60° paling besar. Pada kondisi terobstruksi, perbedaan antar metode tidak signifikan berdasarkan Repeated Measures ANOVA (p-0,155), yang menunjukkan bahwa obstruksi dan multipath lebih dominan daripada perbedaan metode pengukuran. Kondisi terbuka memiliki rata-rata HDOP 0,544 dan jumlah satelit terpakai 25,57 satelit, sedangkan kondisi terobstruksi memiliki rata-rata HDOP 0,749 dan jumlah satelit terpakai 17,93 satelit. Tingkat pemenuhan toleransi pengukuran kadastral 10 em berdasarkan PMNA/KaBPN No. 3 Tahun 1997 pada kondisi terbuka adalah M * 1 = 100% M2 -100%, M * 3 = 80 deg * 6 , dan MH = 20% sedangkan pada kondisi terobstruksi menurun menjadi MI = 40% ML = 60% MB = 50% dan M * 4 = 40 deg * 6 . Dengan demikian, tilt compensation pada sudut kecil masih dapat digunakan, tetapi sudut kemiringan besar dan area terobstruksi memerlukan kontrol kualitas yang lebih ketat. | |
| Nomor Rak | 000 - U | ||||||
| Nomor Panggil | 005 Ide U | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||