
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | MUHAMMAD AINURRAHMAN |
| Penerbit | KEMENTRIAN AGRARIA DAN TATA RUANG BPN POLITEKNIK AGRARIA STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xii, 82 hlm. ; ilus. ; 30cm |
| Subjek | Tata Ruang,Penggunaan lahan,Kekeringan |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pemantauan dinamika perubahan penggunaan lahan berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) penting dilakukan karena perubahan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan degradasi lahan, penurunan produktivitas pertanian, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan risiko kekeringan. Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan penggunaan lahan, faktor penyebab, dan dampak, kesesuaian dengan RDTR, dan risiko kekeringan di Wilayah Perencanaan Pantai Selatan Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan metode campuran, diawali dengan kuantitatif kemudian kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara terbatas dengan informan pemerintah, masyarakat, dan akademisi. Data sekunder meliputi citra Sentinel-2 Deep Resolution 3.0 tahun 2024 dan 2026, data pola ruang RDTR, curah hujan, grologi, DEM, sosial-ekonomi, dan lingkungan. Analisis kuantitatif dilakukan melalui interpretasi citra, uji akurasi, overlay, penilaian kesesuaian RDTR menggunakan matriks ITBX, serta pengkajian risiko kekeringan berdasarkan bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan alasan, aktor, dan proses perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan tahun 2024-2026 tergolong rendah, yaitu 29,135 ha atau 0,43% dari luas wilayah perencanaan pantai selatan Kabupaten Barntul. Perubahan terbesar adalah tanah terbuka sementara menjadi badan jalan karena dipicu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah. Dinamika tersebut didorong oleh faktor fisik, institusional, dan didominasi oleh faktor sosial-ekonomi. Kesesuaian penggunaan lahan terhadap RDTR mencapai 91% dan didominasi oleh pemanfaatan tanaman padi pada zona tanaman pangan, sedangkan ketidaksesuaian didominasi oleh permukiman pada zona tanaman pangan. Risiko kekeringan didominasi kelas sedang seluas 5.199,75 ha atau 76,36%. Hasil validasi lapangan pada 9 titik sampel menunjukkan bahwa kelas risiko rendah, sedang, dan tinggi sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Zona risiko rendah umumnya memiliki vegetasi cukup dan sumber air relatif tersedia, zona risiko sedang menunjukkan ketersediaan air yang terbatas pada waktu tertentu, sedangkan zona risiko tinggi menunjukkan lahan lebih kering, vegetasi jarang, material lepas/pasir, serta keluhan air saat musim kemarau. Pemanfaatan ruang masih relatif terkendali, namun pemantauan perubahan penggunaan lahan, pengendalian pemanfaatan ruang, dan pengurangan risiko kekeringan perlu dilakukan untuk mendukung pembangunan pesisir yang berkelanjutan. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333 Muh A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||