
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Rizal malik |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Tahun Terbit | 2024 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | 978-623-321-269-4 |
| Kolasi | x, 122 hlm. ; ilus. ; 21 cm |
| Subjek | Biografi |
| Media | Buku |
| Abstrak | |
Rizal Malik menyusuri jejak langkah sang Emak dan memberikan kita sebuah potret perjalanan bergsa dari sudut pandang seorang perempuan biasa yang luar biasa: Nurhaiti (1918-2000), asal Nagari Supayang, Sumatra Barat. Setiap tahapan hidupnya sebagai perempuan, isteri dan ibu dijalankan secara melek politik paham atas perkembangan pokcik lokal, nasional dan Internasional, ak memilih portal untuk didukung dari zaman te samang dan setta berdistusi peink dengen 10 anaknya di meja makan Sosok Emak di buku ini menggambarkan and persimpuan yang muto-dimensional dan lintas batas dalam membangun bangsa." "Cerita Imak adalah buku yang sangat eksepsional dan patut dibaca oleh semua kalangan, terutama kaum perempuan. Rizal Malik dengan elok berhasil menceritakan kepada kita tidak saja beritang ketangguhan seorang Emak dalam menghadapi segala rintangan, baik sebagai perempuan maupun sebagal bu dari leluarga besar, seorang Bundo Kanduang Dengan membaca Emak, kita Juga diajak untuk memahami konteks sosial, politik, ekonomi dan budaya Minanglabau tempat Omak lahir besarkan dan bekerja Nursyahbani Katjasungkana, pengacara, pendirl Lembaga Bantuan Hukum "Membaca cerita Emmak serasa duduk di settuah jendela di ketinggian, menyaksikan hamparan lat perjalanan seorang warganegara melintasi beberapa periode kehidupan Negen Int. Emax, bisa dipandang bukan telah penting di tengah masyarakat luas, ka patokan orang penting adalah orang berjabatan tinggi di lembaga negara. Lain soal jika dilihat pentingnya Emak dari makan tangan beberapa anak Emat dalam gerakan bemanusiaan melakul dunia organisasi nom pomerentah -Rezki Khainidar, dokter penggiat hak-hak kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi "Karya ini mengajak kita untuk menyelami perjalanan hidup Emak, seorang perempuan Minangkabau beserta keluarganya dalam bingkai "Tiga Zaman Zaman Normal (Belanda), Zaman Jepang, dan Zaman (Republik). Dinamika sosial, ekonomi, dan kultural yang menyertai cerita kehidupan mereka sebagai perantau ke berbagai daerah di Sumatera dan Jawa menggugah kita betapa pemahaman sejarah negeri ini perlu dilihat dari sudut pandang aneka ragam komunitas dan keluarga yang menjadikan Indonesia nyata dan tetap ads. Buku ini amat layak untuk menjadi sumber referensi historiografi sejarah keluarga (Jamily history) di Indonesia." -Ghamal Satys Mohammad, peneliti sejarah, Indo-Pacific Research Centre, Murdoch University | |
| Nomor Rak | 900 - E | |||||||||
| Nomor Panggil | 920.72 Riz E | |||||||||
| Lokasi | Ruang Baca | |||||||||
| Eksemplar | 2 | |||||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | ||||||||||