
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Dwi Wulan Pujiriyani |
| Penerbit | Institut Pertanian Bogor |
| Tempat Terbit | Bogor |
| Tahun Terbit | 2019 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xix, 245 hlm. ; ilus. ; 29 cm |
| Subjek | deagrarianisasi,desa agrarıs,ketahanan agraria,komunitas agra perubahan sosial |
| Media | Disertasi |
| Abstrak | |
Jawa dengan reputasinya sebagai pulau terpadat di Indonesia, pada tahun 2018 tercatat dihuni tidak kurang dari 149 juta jiwa. Situasi ini menjadi sebuah catatan penting karena di pulau yang dihuni oleh 57% populasi di seluruh Indonesia inilah terdapat desa-desa agraris yang sedang terancam oleh ekspansi pembangunan berbasis lahan. Tekanan manusia terhadap lahan (kepadatan agraris) berhadapan dengan tekanan manusia terhadap kompleksitas hubungan didalam bentang agrarianya. Deagrarianisasi merupakan ekses dari modernisani dan pembangunan yang mengancam ketahanan agraria karena lanskap produktif berganti menjadi lanskap konsumtif Penurunan desa-desa agraris (desa persawahan) yang terjadi selama satu dekade terakhir menunjukkan kegentingan untuk melihat situasi terkini desa-desa agraris khususnya di pedesaan Jawa yang secara terus menerus mengalami pemburukan pada lajur sosial dan ekologis. Koridor ekonomi Jawa merupakan pusat kegiatan nasional dan sumber pendapatan nasional yang meniscayakan berbagai peruntukkan pembangunan terjadi di wilayah ini. Ancaman deagrarianisasi terjadi sejalan dengan gejala makro yang ditunjukkan melalui penurunan Produk Domestik Brute, penurunan tenaga kerja di sektor pertanian, penurunan populasi di pedesaan, dan penurunan luas lahan pertanian. Dalam konteks global, deagrarianisasi telah mengubah berbagai wilayah pedesaan di dunia. Benang merah dari persoalan ini adalah peluruhan eksistensi desa-desa agraris atau desa-desa pertanian karena ditinggalkan oleh para petaninya ataupun aktivitas pertanian yang tidak lagi menjadi prioritas bagi masyarakat di pedesaan. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk 1) menganalisis cui deagrarianisasi yang mempengaruhi eksistensi desa agraris berkaitan dengan pengaruh deagrarianisası dalam mereduksi ketergantungan komunitas terhadap cara hidup agraris serta bentuk-bentuk ketergantungan baru bagı komunitas agraris di pedesaan; 2) menganalisis faktor kesadaran kolektif dalam mendukung eksistensi dan keswadayaan komunitas agraris, dan 3) menganalisis dimensi dimensi ketahanan agraria yang dimiliki komunitas serta strategi yang digunakan komunitas untuk mempertahankan bentang agrarianya dari deagrarianisasi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengkombinasikan metode studi kasus komunitas dan pendekatan etnografi Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, wawancara terfokus, wawancara terbuka, observasi partisipasi dan life history, Jawa Tengah menjadi situs riset yang diperdalam melalui penelitian ini dengan mengacu pada cirikhas ekologi persawahannya untuk mendukung upaya memahami situasi terkini dari desa-desa agraris. Komunitas Sedulur Sikep merupakan komunitas yang dipilih untuk memberikan penggambaran dari lapis dalam dari komunitas agraris di Jawa Tengah, sementara itu komunitas Jongso merupakan komunitas yang dipilih untuk memperoleh penggambaran' lapis luar dari komunitas agraris di Jawa Tengah. Keduanya juga mencirikan komunitas dalam tipologi desa primer dan desa tersier Penelitian dilakukan pada akhir tahun 2017 dan dilanjutkan phi awal tahun 2018, dan awal 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deagrarianisasi telah mendorong da desa agraris menjadi semakin terintegrasi dengan aktivitas non pertung Deagrarianisasi pada satu sisi, mereduksi ketergantungan komunitas pode pada tanah dan pertanian sebagai sumber penghidupan. Sementara itu poda lain, deagrarianisasi menyebabkan desa agraris kehilangan keswadayaan karew berhentinya regenerasi petani dan berubahnya siklus pertanian yang tidak lag dikelola oleh petani sendiri namun dominan dikelola oleh tenaga upakar Pertanian yang dikelola secara aktif berhenti pada generasi kedua Deagrarianses menciptakan ketergantungan pada impor tenaga kerja pertanian dan luar desa. Gejala deagrarianisasi ternyata dominan terjadi pada tipologi desa tena Sebaliknya gejala deagrarianisasi hampir tidak terjadi pada tipologi desa prine Pada tingkat komunitas, deagrarianisasi disikapi secara berbeda. Komanda Sedulur Sikep merupakan komunitas agraris yang menunjukkan kemampua membentengi diri dari pengaruh deagrarianisası Kesadaran kolektif mendukung komunitas untuk mempertahankan militansinya melindungi bentang agrara da aktivitas pertaniannya. Ketahanan agraria penting untuk memastikan keberlanjutan komuni pertanian di pedesaan. Ketahanan agraria adalah kemampuan komunitas agnes untuk mempertahankan bentang agrarianya dalam menghadapi an deagrarianisasi yang menyebabkan peluruhan cirikhas desa agraris. Hal penelitian menunjukkan bahwa ketahanan agraria memungkinkan tekana deagrarianisasi terdeselerasi (mengalami perlambatan). Laju deagrarianisasi dipe dikendalikan ketika komunitas agrarıs mampu membangun ketahanan agra yang kuat. Ketahanan agraria dibangun dari empat dimensi utarnanya ya ketersediaan lahan pertanian, akses terhadap lahan, orientasi penggunaan lên dan stabilitas komunitas. Dimensi ketahanan agraria menghasilkan 4 tipologi ára agraris yaitu desa agraris yang eksis dan terkonsolidasi, desa agraris yay bertahan, desa agraris yang memudar (senjakala) dan desa agraris yang punh Komunitas agraris yang memiliki ketahanan agraria yang kuat merupakan fondai penting bagi desa agraris di masa depan. | |
| Nomor Rak | 330 - T | ||||||
| Nomor Panggil | 333.2 Dwi T | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||