
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Iriani Insoraki Sables |
| Penerbit | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN-STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xiv, 80 hlm. ; ilus. ; 29 cm |
| Subjek | Redetribusi Tanah,Tanah Adat,Pimpinan Adat,Kabupaten Biak Numfor |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Penelitian im membahas secara mendalam pelaksanaan program redisambusi tarah adat di Kabupaten Biak Numfor, provinsa Papua, yang berfokus pada dus desa yaitu Desa Urfir dan Desa Saname Redistribusi tanah adat sedikit berbeda dengan redistribuai tanah negara karena memerlukan pendekatan yang lebih kontekstaal dan berbasis kultural, dan dalam konteks Kabupaten Biak Numfor, penguasam tanah adat sangat dominan, sehingga untuk pelaksanaan endistribusi tanah harus memperhatikan struktur sosial masyarakat adat serta memperkuat posisi hukum tanah yang sebelumnya tidak memiliki sertipikat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan mekanunene pelaksanaan redistribusi tanah yang dilakukan di Desa Urfa dan Sanami, serta bagaimana pengaruh dari progrim redistribusi suncah terhadap peran dan otoritas pimpinan adat Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif denga pendekatan deskrigeif Sejarah Penelitian ini menggambarkan bagaimana proses redistribusi simah adat dikatakan, termasuk tahapan pelepasan hak tanah adat oleh pimpinan adat,ventarisasi, pemetaan, hingga penerbitan sertipekat hak mihk oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Biak Numfor Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentası, dan stadi beratur serta menggunakan data priemer dan sekonder Hasil penchhan menunjukkan bahwa program redistribusi tarah yang dilaksanakan di Desa Urfu pada tahun 2013 dan di Desa Sanami pada tahun 2024 berhasil memberikan sertifikat hak milik kapoda masyarakat ah, narus juga menimbulkan perubahan signifikan terhadap peran dan otoritas pimpinan adat. Sebekam redetribusi, pimpinan adat merniliki otoritas penuh atas tanah ulayat, mansun setelah tanah desertifikatkan ata individu, kremangan kolektif mereka menjadi terbatas. Perubahan ini menimbulkan tantangan huru dalam pelestarian nelas-milai adat, sekaligus membuka pelung hagi integran sites huko masomal dengan somma-norma adat secara harmonis. | |
| Nomor Rak | 330 - P | ||||||
| Nomor Panggil | 333.598 Iri P | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||