
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Salindri Riana Dewi |
| Penerbit | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN-STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xvii, 125 hlm. ; ilus. ; 29 cm |
| Subjek | Persepsi masyarakat,Sertipikat elektronik,PTSL |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Transformasi digital dalam pelayanan pertanahan di Indonesia, khususnya melalui penerapan sertipikat tanah elektronik dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSI), merupakan respont strategis terhadap tuntutan modernisasi layanan publik. Dengan diberlakukannya Keputusan Menteri ATR/BPN. No. 468/SK-HR.01/V1/2024, pemerintah mulai menerapkan sertipikat elektronik secara bertahap sejak Juni 2024 di berbagai kantor pertanahan, termasuk di Kota Semarang. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala di lapangan, seperti resistensi masyarakat terhadap sistem baru, keterbatasan literasi digital, serta kekhawatiran terkait keamanan data dalam penggunaan sertipikat tanah elektronik Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui karakteristik sosial ekonomi b) mengukur tingkat persepsi masyarakat terhadap implementasi sertipikat tanah elektronik dalam Program PTSI., dan c) menganalisas hubungan antara faktor sosial ekonomi dan persepsi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dan dilakukan di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang yaitu wilayah dengan tingkat realisasi penerbitan SHAT terendah dalam program PTSL tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Gajahmungkur menunjukkan kesiapan positif terhadap adopsi sertipikat tanah elektronik, dengan mayoritas responden berpendidikan SMA/perguruan tinggi, berpendapatan menengah ke atas, dan memiliki mobilitas tinggi, meskipun akses informasi masih terbatas. Persepsi terhadap inovasi ini tergolong tinggi, ditandai dengan penilaian positif terhadap sifat-sifat inovasi Pendidikan, pendapatan, dan akses informasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi, sedangkan luas tanah dan kosmopolitan tidak. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa strategi implementasi sertipikat tanah elektronik perlu mempertimbangkan faktor pendidikan, pendapatan, dan akses informasi sebagai kunci peningkatan penerimaan masyarakat. Pemerintah juga perlu memperkuat sosialisasi dan literasi digital agar adopsi teknologi ini dapat merata di seluruh lapisan masyarakat | |
| Nomor Rak | 350 - P | ||||||
| Nomor Panggil | 350.598 Sal P | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||