
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Maulana Rafi Danendra |
| Penerbit | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN-STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xviii,149 hlm. ; ilus. ; 29 cm |
| Subjek | Daya Dukung Lahan,Swasembada Beras,Alih Fungsi Lahan,Zomasi |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Isu ketahanan pangan merupakan agenda prioritas pembangunan berkelanjutan global, dengan Sustainable Development Goals (SDGs) secara eksplisit menempatkan pencapaian ketahanan pangan sebagai fokus utama Indonesia, sebagai negara agraris, berkomitmen kuat terhadap swasembada pangan, khususnya komoditas padi, yang vital bagi stabilitas sosial-ekonomi nasional Meskipun pernah mencapai swasembada beras pada 1984, fluktuasi produksi dan fenomena "swasembada on trend mengindikasikan ketidakstabilan. Tantangan ini diperparah oleh alih fungsi lahan pertanian yang masif, didorong oleh pertumbuhan populasi dan tekanan sosio-ekonomi petani, yang mengancam keberlanjutan produksi pangan. Kabupaten Pati, meskipun merupakan produsen padi signifikan, menghadapi dilema serupa akibat tekanan demografi dan orientasi pembangunan industri yang memicu konversi lahan. Berangkat dari gap yang terjadi, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi daya dukung lahan pertanian padi dan tingkat ketercapaian swasembada beras di Kabupaten Pati secara longitudinal (2020-20241 memproyeksikan probabilitas limit swasembada beras, dan mengembangkan skema zonasi lahan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan analisis statistik deskriptif, memanfaatkan data asulti-temporal dan tematik. Hasil analisis selama periode pengamatan menunjukkan dinamika fluktuatif dengan tendensi penurunan pada daya dukung lahan pertanian padi dan tingkat ketercapaian swasembada beras di Kabupaten Pati, 16 kecamatan konsisten surplus, sementara 5 kecamatan (Gembong, Juwana, Wedarijaksa, Tlogowungu, Trangkil) persisten defisit. Proyeksi limit swasembada beras mengonfirmasi bahwa Kabupaten Pati akan mencapai ambang batas dalam 140,02 tahun, dengan sisa lahan sawah 30.046.26 hektar, hanya cukup untuk kebonahan domestik. Olch karena itu, perlindungan mutlak 40.235,83 hektar lahan sawah kategori S1 (mencakup 12 kecamatan strategis) sangat direkomendasikan. Jika konverst dihentikan pada luasan ini, Kabupaten Pati diproyeksikan mampu memetsahi kebutuhan pangan selama 384,2 tahun, Skenario zonasi yang komprehensif dan berkelanjutan berpotensi memperlambat titik limitasi swasembada beras hingga 244,18 tahun, dengan syarat kepatuhan seluruh pemangku kepentingan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Pati mengalami kondisi yang tidak sejalan sebagaimana potensi yang dipunyai, schingga membutuhkan input agar stabilitas swasembada pangan dapat dipertahankan. | |
| Nomor Rak | 330 - A | ||||||
| Nomor Panggil | 333.598 Mau A | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||