
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Septa Ayu Widyawati |
| Penerbit | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN-STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xv, 83 hlm. ; ilus. ; 29 cm |
| Subjek | TransitOriented Development,TOD,Cagar Budaya,Keistimewaan DIY,Kesiapan Kawasan,Stasiun Lempuy |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Pengembangan kota yang pesat di Yogyakarta menimbulkan tantangan transportasi yang mendorong penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) sebagai solusi Stasiun Lempuyangan ditetapkan sebagai salah satu kawasan potensial untuk pengembangan TOD. Namun, implementasinya dihadapkan pada untangan unik dari Perspektif Keistimewaan DIY yaitu kewajiban untuk melestarikan cagar budaya yang dominan di dalam kawasan studi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik kawasan transit Stasiun Lampuyangan berdasarkan prinsip inti TOD (Density Diversity Design), dan (7) menganalisis tingkat kesiapan, tantangan, serta peluang pengembangannya dari perspektif keistimewaan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran seksemial cksplanatori, yang menggabungkan analisın kuantitatif data spasial (RDTR, OpenStreetMap Geodatabase Cagar Budaya) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dari hasil observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Kawoman Stasiun Lempuyangan dinila belum siap untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD. Dari sembilan sub-variabel yang dianalisis, hanya empat yang memenuhi kriteria. Aspek kepadatan (Dermity) belum terpenuhi, ditandai dengan nilai KDB rata-rata 45% dan KLB 0,97 yang masih jauh di bawah standar, Aspek desain (Design) juga sangat tidak memadai, terutama pada fasilitas pejalan kaki. Meskipun aspek keragaman (Diversity) telah memenuhi standar, (b) tantangan utama yang teridentifikasi dari wawancara adalah adanya konflik kebijakan, di mana proritas pelestarian Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotabaru lebilt diutamakan daripada prinsip pembangunan intensif TOD (e) Problematika lain yang menghambet implementasi لداعكم kurangnya sinkronisasi lintas sektor antar dinas terkait dan belum adanya kepastian rencana dari PT KAI. Saran yang dapat diberikan adalah: (a) Perlu adanya perumusan model TOD kontekstual yang secara khusus dirancang untuk kawasan cagar budaya, (b) Perlu adanya peninjauan kembali terhadap RDTR Kota Yogyakarta untuk memastikan adanya pedoman yang sinkron antara pengembangan dan pelestarian, dan (c) Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat untuk mengatasi stagnasi implementasi | |
| Nomor Rak | 700 - P | ||||||
| Nomor Panggil | 711.598 Sep P | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||