
PERPUSTAKAAN STPN

| Pengarang | Ilma Amirah |
| Penerbit | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN-STPN |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN/ISSN | - |
| Kolasi | xi, 114 hlm. ; ilus. ; 29 cm |
| Subjek | reforma agraria,jamur tiram,nilai tambah,diversifikasi produk,pemberdayaan masyarakat |
| Media | Skripsi |
| Abstrak | |
Desa Gilang mempunyai potensi dalam pengembangan budi daya jamur tiram, namun menghadapi kendala dalam meraih beberapa akses seperti permodaları, akses pasar, dan diversifikasi hasil pertanian. Melalui program penataan akses reforma agraria yang dijalankan oleh Kementerian ATR/BPN masyarakat desa difasilitasi dalam mengembangkan usaha bodi daya tanaman hortikultura berupa jamur tiram, serta mengolahnya menjadi keripik jarmur tiram agar menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab bagaimana riwayat pengembangan budi daya dan diversifikasi jamur tiram melalui program penataan akses reforma agraria, nilai tambah yang dihasilkan, peran aktor dalam implementasi program, serta kontribusi program terhadap peluang ekonomi masyarakat desa. Kebaharuan dari penelitian ini terletak pada fokus yang mengintergrasikan pengembangan tanaman jenis hortikultura yaitu jamur tiram dengan model penataan akses reforma agraria pada kluster desa non pertanian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mis method (metode campuran) dengan strategi concurent embedded, dimana pendekatan kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara bersamaan, dengan cara wawancara mendalam. observasi lapangan, studi dokumen, serta analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami. Subjek dari penelitian ini adalah Kelompok Tani Jamur di Desa Gilang dengan dukungan informan lainnya yang berasal dari berbagai aktor lokal maupun dinas terkait. Teknik analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan kuantitatif dilakukan dengan mengukur nilai tambah hasil diversifikasi produk olahan jamur tiram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan akses reforma agraria dilakukan dalam tiga fase pada tahun yang berbeda. Diversifikasi produk jamur mentah menjadi keripik jamur menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 34 125kg. dengan rasio 54% dimana lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan jamur mentah. Progam ini turut meningkatka keterampilan, akses pemasaran, dan pendapatan masyarakat desa serta mendorong tumbuhnya usaha rumah tangga baru di Desa Gilang. Penataan akses reforma agraria memiliki kontribusi positif memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan budi daya tanaman hortikultura dan pemberdayaan masyarakat. | |
| Nomor Rak | 330 - P | ||||||
| Nomor Panggil | 333.598 Ilm P | ||||||
| Lokasi | Ruang Referensi | ||||||
| Eksemplar | 1 | ||||||
PENCARIAN RFIDPencarian koleksi menggunakan RFID akan membantu mempercepat menemukan koleksi di rak buku. Gunakan fitur ini jika mengalami kesulitan dalam menemukan koleksi di rak buku. Untuk menggunakan fitur ini silahkan klik salah satu Tombol Pesan diatas kemudian hubungi Petugas Pelayanan Sirkulasi dengan menyebutkan Judul Bukunya. | |||||||